Emas Antam 13 Agutus Rp2.700.000, Naik Rp20.000

Emas Antam untuk berat 1 gram dijual di harga Rp2.700.000 hari ini. Harganya naik Rp20.000 dari harga kemarin Rp2.680.000 seperti diinformasikan dalam situs Logam Mulia. Emas Antam 0,5 gram dijual di harga Rp1.400.000 dan 1 kg di Rp2.640.600.000.

Kenaikan di atas menyusul harga Emas dunia (XAU/USD) yang ditutup naik 0,93% di US$4.408 per troy ons kemarin, juga mencatatkan level tertinggi baru sejak 8 Juni 2026 di US$4.441. Harga Emas berupaya untuk melanjutkan kenaikan di perdagangan sesi Asia hari ini, menantikan data dan peristiwa penting untuk dorongan arah selanjutnya.

Ke depan, data Indeks Harga Produsen (IHP atau PPI) dan Klaim Tunjangan Pengangguran AS yang akan dirilis hari ini pada pukul 12:30 GMT (19:30 WIB) berpotensi menjadi penggerak jangka pendek untuk harga Emas menyusul Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) AS bulan Juli yang sesuai prakiraan di 3,4% Tahun-ke-Tahun pada hari kemarin.

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

Indeks Dolar Amerika Serikat terhenti setelah pantulan pasca-IHK di dekat 100,00 di tengah surutnya taruhan kenaikan suku bunga The Fed

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur Greenback terhadap sejumlah mata uang, terus berusaha keras untuk melanjutkan momentum di atas level psikologis 100,00 dan turun tipis selama sesi Asia pada hari Kamis.
Leia mais Previous

Pound Inggris Membukukan Kenaikan Moderat ke Dekat 1,3500 Jelang Data PDB Inggris

Pasangan mata uang GBP/USD naik tipis mendekati 1,3500 selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Kamis. Dolar AS (USD) melemah terhadap Pound Inggris (GBP) setelah laporan inflasi AS menunjukkan angka yang jinak.
Leia mais Next