Euro menguat terhadap Pound Inggris meskipun data pertumbuhan Inggris lebih kuat

  • EUR/GBP naik tipis karena ekspektasi ECB yang hawkish mengalahkan data PDB Inggris yang lebih kuat dari prakiraan.
  • Pasar secara luas memprakirakan ECB akan kembali menaikkan suku bunga pada bulan September, sementara BoE dipandang akan tetap menahan suku bunga tahun ini.
  • Para trader kini menantikan data IHK Inggris pekan depan untuk petunjuk baru mengenai prospek kebijakan BoE.

EUR/GBP naik tipis pada hari Kamis karena Euro (EUR) mendapat dukungan dari ekspektasi Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) yang hawkish, menutupi data Produk Domestik Bruto (PDB) Inggris yang lebih kuat dari prakiraan yang seharusnya akan mendukung Pound Inggris (GBP). Pada saat berita ini ditulis, pasangan mata uang ini diperdagangkan di sekitar 0,8549, mengakhiri penurunan selama tiga hari.

Data yang dirilis oleh Office for National Statistics menunjukkan bahwa ekonomi Inggris tumbuh 0,3% pada bulan Juni, sementara pasar sebelumnya tidak memprakirakan pertumbuhan. Ekonomi berekspansi 0,4% pada kuartal kedua, sejalan dengan prakiraan tetapi lebih lambat dari pertumbuhan 0,6% yang terlihat pada kuartal pertama. Dibandingkan dengan setahun sebelumnya, PDB naik 1,2%, melampaui estimasi 1,1% dan membaik dari 0,9%.

Para analis di Standard Chartered menyoroti bahwa pertumbuhan PDB Inggris pada Kuartal II, yang berada di atas proyeksi BoE pada bulan Juli sebesar "0,3% q/q", kemungkinan bukan pendorong utama keputusan kebijakan. Mereka berpendapat bahwa "data inflasi (yang sejauh ini telah berperilaku baik) dan data pasar tenaga kerja (yang masih lemah) merupakan masukan yang lebih penting bagi pemikirannya." Dengan pengaturan kebijakan yang sudah dipandang restriktif, Standard Chartered mempertahankan pandangannya bahwa mereka "masih memprakirakan BoE [akan] mempertahankan suku bunga tahun ini."

Para trader kini menatap data Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) Inggris pekan depan untuk petunjuk baru mengenai prospek kebijakan BoE. Pada pertemuan terbarunya, sebagian besar pengambil kebijakan BoE mengatakan bahwa pengetatan kondisi keuangan sejak perang di Timur Tengah dimulai memberikan "asuransi yang cukup" terhadap risiko inflasi yang timbul dari harga energi yang lebih tinggi.

Sebaliknya, risiko inflasi yang didorong oleh energi yang sama memperkuat ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) akan kembali menaikkan suku bunga pada bulan September.

Sebuah jajak pendapat Reuters yang dilakukan pada 10 hingga 13 Agustus menunjukkan bahwa 57 dari 69 ekonom memprakirakan ECB akan menaikkan suku bunga depositonya sebesar 25 basis poin menjadi 2,50% pada bulan September. Sekitar 80% memprakirakan suku bunga akan berakhir tahun ini di 2,50%, sementara 63% meyakini suku bunga akan tetap di level tersebut setidaknya hingga kuartal ketiga tahun depan.

Harga Euro Hari Ini

Tabel di bawah menunjukkan persentase perubahan Euro (EUR) terhadap mata uang utama yang terdaftar hari ini. Euro adalah yang terkuat melawan Dolar Selandia Baru.

USD EUR GBP JPY CAD AUD NZD CHF
USD -0.08% 0.01% -0.06% 0.04% 0.14% 0.25% -0.12%
EUR 0.08% 0.09% 0.02% 0.09% 0.23% 0.31% -0.05%
GBP -0.01% -0.09% -0.06% 0.01% 0.15% 0.23% -0.15%
JPY 0.06% -0.02% 0.06% 0.08% 0.20% 0.26% -0.08%
CAD -0.04% -0.09% -0.01% -0.08% 0.12% 0.21% -0.16%
AUD -0.14% -0.23% -0.15% -0.20% -0.12% 0.10% -0.27%
NZD -0.25% -0.31% -0.23% -0.26% -0.21% -0.10% -0.35%
CHF 0.12% 0.05% 0.15% 0.08% 0.16% 0.27% 0.35%

Heat Map menunjukkan persentase perubahan mata uang utama terhadap satu sama lain. Mata uang dasar diambil dari kolom kiri, sedangkan mata uang pembanding diambil dari baris atas. Misalnya, jika Anda memilih Euro dari kolom kiri dan berpindah sepanjang garis horizontal ke Dolar AS, persentase perubahan yang ditampilkan dalam kotak akan mewakili EUR (dasar)/USD (pembanding).

Retail Sales (MoM) Brazil untuk Juni di Atas Prakiraan (0.3%): Aktual (0.5%)

Đọc thêm Previous

Dolar Selandia Baru: Ekspektasi yang Tertambat Mendukung Kenaikan Suku Bunga RBNZ – BBH

Brown Brothers Harriman (BBH) Elias Haddad mencatat NZD/USD sempat turun di bawah moving average 200 hari saat survei ekspektasi inflasi Kuartal III Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) menunjukkan pembacaan yang beragam namun tetap tertambat dengan baik di dekat titik tengah 2%.
Đọc thêm Next