11 Feb 2016
Penurunan Harga Minyak Kembali Karena Cadangan Minyak Mentah Sentuh Rekor Tertinggi s
FXStreet - Benchmark minyak di kedua sisi Atlantik terlihat lega setelah laporan EIA mingguan, meskipun kembali melanjutkan penurunan dalam sesi Asia karena pasokan berlebih terus meredam sentimen investor.
Pertemuan OPEC/Non OPEC tidak akan terjadi
Saat ini kedua benchmark minyak turun semakin cepat, WTI turun -1,68% ke 26,98 dan minyak Brent turun -1% ke 30,55. Harga minyak turun kembali ke wilayah merah di sesi ini sementara pasar mencerna laporan persediaan terbaru dari EIA, yang menunjukkan penurunan tak terduga dalam cadangan minyak mentah pekan lalu.
Namun, laporan ini juga menyoroti bahwa tingkat penyimpanan minyak tetap di dekat rekor tertinggi tidak jauh dari 65 juta barel.
Persediaan minyak mentah AS secara tak terduga mengalami kontraksi 754.000 barel pada periode yang berakhir 5 Februari menyusul lonjakan 7.792.000 barel yang terlihat sebelumnya.
Selain itu, memudarnya harapan pertemuan antara OPEC dan produsen Non-OPEC untuk menaikkan harga tampaknya juga akan membebani pasar minyak.
Pada hari Rabu, harga minyak reli setelah Menteri Perminyakan Iran Bijan Zangeneh mengatakan, "Kami mendukung segala bentuk dialog dan kerja sama dengan negara-negara anggota OPEC termasuk Arab Saudi."
Selanjutnya, pasar akan terus mengamati perkembangan sekitarnya pasar minyak menjelang data jumlah kilang minyak AS Jumat.
Pertemuan OPEC/Non OPEC tidak akan terjadi
Saat ini kedua benchmark minyak turun semakin cepat, WTI turun -1,68% ke 26,98 dan minyak Brent turun -1% ke 30,55. Harga minyak turun kembali ke wilayah merah di sesi ini sementara pasar mencerna laporan persediaan terbaru dari EIA, yang menunjukkan penurunan tak terduga dalam cadangan minyak mentah pekan lalu.
Namun, laporan ini juga menyoroti bahwa tingkat penyimpanan minyak tetap di dekat rekor tertinggi tidak jauh dari 65 juta barel.
Persediaan minyak mentah AS secara tak terduga mengalami kontraksi 754.000 barel pada periode yang berakhir 5 Februari menyusul lonjakan 7.792.000 barel yang terlihat sebelumnya.
Selain itu, memudarnya harapan pertemuan antara OPEC dan produsen Non-OPEC untuk menaikkan harga tampaknya juga akan membebani pasar minyak.
Pada hari Rabu, harga minyak reli setelah Menteri Perminyakan Iran Bijan Zangeneh mengatakan, "Kami mendukung segala bentuk dialog dan kerja sama dengan negara-negara anggota OPEC termasuk Arab Saudi."
Selanjutnya, pasar akan terus mengamati perkembangan sekitarnya pasar minyak menjelang data jumlah kilang minyak AS Jumat.