1 Mar 2016
PBoC Pangkas RRR 50bp: Pelonggaran Lebih Lanjut Belum Datang - ANZ
FXStreet - Menurut Tim Riset China ANZ, PBoC mungkin perlu menurunkan RRR lebih lanjut di 2016, dengan keputusan kemarin untuk memangkas RRR 50 bp diharapkan segera menyuntik RMB650 miliar ke dalam sistem perbankan.
Kutipan Penting
Pertimbangan kebijakan moneter menonjol semalam karena bank sentral China memangkas reserve requirement ratio.
Cadangan devisa China telah jatuh tajam, USD99 miliar pada bulan Januari, menunjukkan arus keluar modal besar selama musim panas meskipun cetak rekor surplus perdagangan USD63,3 miliar.
Pemotongan RRR diharapkan segera menyuntikkan RMB650 miliar ke dalam sistem perbankan, meringankan saluran likuiditas.
Tekanan arus keluar modal mungkin bertahan di balik ekspektasi depresiasi RMB dan normalisasi kebijakan suku bunga AS.
Oleh karena itu, tim China kami mengharapkan PBoC mungkin perlu menurunkan RRR lebih lanjut di 2016. Dengan inflasi untuk tetap rendah, juga diharapkan pemotongan suku bunga lebih lanjut.
Namun, para pembuat kebijakan kemungkinan untuk tetap berhati-hati soal menurunkan suku bunga acuan kredit dan deposito mengingat tekanan depresiasi RMB saat ini.
Kebijakan lainnya, seperti standing lending facility diharapkan akan dieksperimenkan untuk membantu membimbing suku bunga pasar lebih rendah.
Kutipan Penting
Pertimbangan kebijakan moneter menonjol semalam karena bank sentral China memangkas reserve requirement ratio.
Cadangan devisa China telah jatuh tajam, USD99 miliar pada bulan Januari, menunjukkan arus keluar modal besar selama musim panas meskipun cetak rekor surplus perdagangan USD63,3 miliar.
Pemotongan RRR diharapkan segera menyuntikkan RMB650 miliar ke dalam sistem perbankan, meringankan saluran likuiditas.
Tekanan arus keluar modal mungkin bertahan di balik ekspektasi depresiasi RMB dan normalisasi kebijakan suku bunga AS.
Oleh karena itu, tim China kami mengharapkan PBoC mungkin perlu menurunkan RRR lebih lanjut di 2016. Dengan inflasi untuk tetap rendah, juga diharapkan pemotongan suku bunga lebih lanjut.
Namun, para pembuat kebijakan kemungkinan untuk tetap berhati-hati soal menurunkan suku bunga acuan kredit dan deposito mengingat tekanan depresiasi RMB saat ini.
Kebijakan lainnya, seperti standing lending facility diharapkan akan dieksperimenkan untuk membantu membimbing suku bunga pasar lebih rendah.