USD/INR Sentuh Tertinggi Baru Di Atas 76,00 Karena India Berjuang Melawan Virus Corona

  • USD/INR terus naik setelah memantul dari hari sebelumnya.
  • Rabu menandai lonjakan dalam kasus dan korban tewas virus Corona India.
  • Pemerintah India mengumumkan pengembalian pajak cepat, Goldman Sachs mengharapkan PDB India anjlok ke level terendah multi-dekade.
  • Kalender ekonomi memiliki data/peristiwa penting untuk menawarkan hari ini yang sibuk, berita virus tetap memegang kendali.

Meskipun pemerintah India berjuang untuk melawan virus Corona (COVID-19) dengan berbagai langkah, beberapa di antaranya, peningkatan data pandemi membuat USD/INR tetap dalam penawaran beli. Pasangan tersebut baru-baru ini menyentuh rekor tertinggi ke 76,56, saat ini naik 0,65% di sekitar 76,44, menjelang sesi Eropa pada hari ini.

Pencairan awal pengembalian pajak dan berbagai langkah bantuan untuk usaha kecil gagal untuk menentang seruan dari Goldman Sachs yang mengisyaratkan ekonomi India akan menandai pertumbuhan PDB rendah multi-dekade sebesar 1,6% selama tahun anggaran 2021 (TA21).

Alasannya mungkin karena meningkatnya jumlah ekonom yang memprediksi kesenjangan besar antara kebutuhan dan ketersediaan bantuan. Selain itu, lonjakan jumlah virus ke level tertinggi pada hari Rabu menambah tekanan penurunan pada Rupee India.

Di sisi yang lebih luas, pasar di Asia tetap beragam dengan bursa-bursa India bersorak mengharapkan aliran dana lebih lanjut sementara imbal hasil Treasury AS 10-tahun tetap di bawah tekanan di sekitar 0,75%.

Bahkan jika berita virus dan langkah-langkah tempur akan tetap menjadi sorotan, data Produksi Industri (PI) India dan Klaim Pengangguran AS, ditambah dengan Indeks Harga Produsen (IHP) dan Sentimen Konsumen Michigan, menawarkan katalis tambahan untuk diperhatikan. Selanjutnya yang menambah beban pada para pedagang, Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell akan siap untuk berpidato sekitar pukul 14:00 GMT (21:00 WIB).

Perlu disebutkan bahwa pasar di India akan libur pada hari Jumat karena Jumat Agung.

Analisa teknis

Bahkan tekanan jual jangka pendek dikesampingkan kecuali pasangan ini tergelincir di bawah garis support dua pekan, saat ini di dekat 75,77. Pada sisi positif, angka bulat 77,00 ada di radar bull.

 

Italia Dikabarkan Akan Perpanjang Lockdown 2 Pekan Lagi – La Stampa

Surat kabar harian Italia, La Stampa, melaporkan pada hari ini, pemerintah dilaporkan mengatakan akan memperpanjang penguncian selama dua pekan. Tind
Đọc thêm Previous

Kontrak Berjangka JPY: Pelemahan Tampak Terbatas

Sehubungan dengan pembacaan lanjutan dari CME Group, open interest dan volume di pasar berjangka JPY menyusut masing-masing sekitar kontrak 2.600 dan
Đọc thêm Next