Kontrak Berjangka S&P 500 Melemah Tipis, Kembali ke Dekat 3,500

  • Kontrak berjangka S&P 500 surut dari tertinggi tiga minggu, menahan kenaikan beruntun empat hari.
  • Trump mengatakan "Saya akan dengan mudah menang" tetapi jajak pendapat terbaru dari Georgia, Pennsylvania, dan Arizona menunjukkan sebaliknya.
  • Kasus virus corona AS mencatat rekor harian tertinggi dengan 109.000 infeksi baru.

Kontrak berjangka S&P 500 turun menjadi 3.492.75, melemah sebesar 0,35% dalam intraday, di tengah sesi Asia hari Jumat. Barometer risiko ini melonjak ke level tertinggi sejak 14 Oktober hari sebelumnya karena pasar global menyambut meningkatnya peluang kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan AS. Sikap Ketua Federal Reserve Jerome Powell berbicara sedikit dovish yang mempertahankan suku bunga Fed tidak berubah juga menyebabkan pelemahan dolar AS.

Selain perolehan 260 lebih suara pemilu, perolehan suara terbaru dalam penghitungan suara di Arizona dan Pennsylvania juga mendukung risiko, belum lagi angka yang hanya beda tipis dari perolehan Presiden Donald Trump di Georgia, kandidat Partai Demokrat Joe Biden mendekati Gedung Putih.

Dengan sifat  Partai Demokrat yang ramah stimulus, saham di Wall Street sedikit memperhatikan tantangan Trump terhadap penghitungan suara di berbagai negara bagian sambil mencoba memblokir beberapa penghitungan, yang dapat menunda hasil akhir.

Lebih lanjut, Ketua Fed Jerome Powell membuat nada suram yang menyebutkan tail risk ke ekonomi terbesar di dunia itu. The Fed menahan diri untuk melakukan setiap langkah kebijakan selama pertemuannya pada hari Kamis. Perlu juga dicatat bahwa Gubernur BOE Andrew Bailey menyampaikan komentar yang sedikit positif dan berhasil menyenangkan pasar bahkan setelah menambahkan Pelonggaran Kuantitatif (QE).

Di tempat lain, kasus virus corona (COVID-19) terus mengkhawatirkan pembuat kebijakan AS dan Eropa. Sementara Italia dan Spanyol telah mengumumkan lockdown besar-besaran, angka COVID-19 terbaru dari AS, yang kembali mencatat angka tertinggi harian, menunjukkan pembatasan yang tidak diinginkan rakyat Amerika.

Di tengah semua berita di atas, Nikkei Jepang dan ASX 200 Australia mencetak kenaikan tipis, sedangkan imbal hasil Treasury AS 10-tahun tetap lesu di sekitar 0,75% pada saat berita ini ditulis.

Selanjutnya, pasar global harus memperhatikan pembaruan pemilu AS untuk arah terdekat sementara juga mengamati angka ketenagakerjaan AS bulan Oktober, yang akan dipublikasikan pada pukul 13:30 GMT / 20:30 WIB.

Pemilu Presiden AS: Trump 49,4% vs Biden 49,3%, Dari 98% Perkiraan Suara Yang Dihitung Di Georgia

Pembaruan pemilu terbaru dari Edison Research menunjukkan bahwa setelah 94% perkiraan suara dihitung di Pennsylvania, Presiden Trump terlihat unggul t
Baca selengkapnya Previous

PM Jepang Suga: Tidak Akan Mengomentari Level FX

Perdana Menteri Jepang (PM) Yoshihide Suga menolak berkomentar atas nilai tukar dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat. Dia mengatakan bahwa stabili
Baca selengkapnya Next